Bahaya main game By Basil

Main game bisa menyebabkan seseorang kecanduan, seperti narkoba main game yang berlebihan bisa menyebabkan seseorang sakaw jika tidak memainkan gamenya, main game boleh sekali2 tapi, jika kita menyalahgunakan game menjadi hobi / aktivitas utama, hidup kita MADESU , karena jika kita berlebihan bermain game, kita akan meninggalkan pelajaran, Nah, oleh sebab itu kita tidak boleh bermain game berlebihan.

Advertisements

Manfaat SKIPPING

meskipun skipping atau lompat tali kerap diposisikan sebagai olahraga mudah, tetapi skipping mempunyai banyak faedah untuk kesehatan tubuh. bila anda tidak punya banyak waktu atau tak ada rekan untuk berolahraga, maka skipping dapat jadi pilihan yang pas untuk mengeluarkan keringat. tak hanya olahraga yang murah serta tidak memerlukan area yang luas, skipping juga amat efisien saat membantu persoalan kesehatan. di bawah ini yaitu faedah skipping untuk kesehatan tubuh :

1. pembakar kalori yang efektif
bukan sekedar lari, skipping juga amat bertindak didalam pembakaran kalori dengan jumlah besar. dengan lakukan skipping sepanjang 30 menit saja, kalori bisa dipangkas sejumlah 450 kalori.

2. melindungi kesehatan organ kardiovaskular
skipping diketahui memasukkan gerakan yang berguna untuk kesehatan organ kardiovaskular. tiap-tiap lompatannya, diklaim bisa bikin jantung lebih kuat serta sehat. dengan lakukan skipping dapat bikin banyak darah terpompa, berikan oksigen, serta selanjutnya dapat berikan nutrisi ke jaringan tubuh.

3. melawan osteoporosis
osteoporis kerap menyerang orang di umur tua. dengan lakukan skipping sedini barangkali, risiko dapat terkenanya osteoporosis dapat makin kecil. skipping diklaim bisa menambah kepadatan tulang serta menolong melindungi dari serangan osteoporosis. perihal ini menurut laporan dari the osteoporosis society yang mengungkap bahwa olahraga teratur layaknya melompat bisa menguatkan susunan tulang seseorang, yang setelah itu terkait dengan kecilnya kemungkinan terkena serangan osteoporosis.

4. lebih konsentrasi
bukan sekedar menyehatkan tubuh, skipping juga diakui bisa menolong anda untuk senantiasa konsentrasi saat menyelesaikan tugas atau persoalan yang tengah dihadapi.

tersebut sebagian faedah dari skipping. anda dapat menerapkannya di tempat tinggal tiap-tiap hari. bila anda jadi berat mengerjakannya didalam 30 menit sekalian, anda dapat mengubahnya jadi 2 x didalam 1 hari dengan durasi 15 menit tiap-tiap latihannya. semoga berguna.

Bahaya Narkoba bagi kesehatan

Bahaya Narkoba bagi kesehatan. Narkoba sangatlah berbahaya bagi tubuh kita, Mari kita kenali Bahaya Narkoba bagi kesehatan. Narkoba dapat Menimbulkan rasa gelisah, Menimbulkan semangat, Membuat waktu terasa berjalan lambat, Dapat menyebabkan pinsan dan jantung berdepar kencang, dan masih banyak lagi.

Pengertian Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain itu “narkoba”‘ istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotikaa, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”‘ mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya merupakan senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tetentu.
Namun kini persepsi itu disalah artikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan sosis yang semestinya.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan ( Undang – Undang No. 22 tahun 1997).
A.     Bahaya Narkoba
a)      Pengertian Narkoba
Narkoba adlah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbaya lainnya. Kata lain dari narkoba adalah nafzah yang merupakan singkatan dari narkotika, psitroppika, dan zat adaktif.
Menurut orang – orang ahli kesehatan, narkoba sebenarnya penghilang rasa nyeri atau disebut psitropika. Namun kkini banyak terjadi penyalaguanan pemakaian narkoba.
Saat ini penyebaran narkoba sudah hamper tidak bisah dicegah, mengingat hamper seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah narkoba dari oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab.
b)     Sejarah Awal Narkoba
Jauh sebelum kamu lahir, yaitu sebelum masuk abad masehi, orang – orang Masopotamia telah membudidayakan tanaman lpoppy yang behasyat mengurangi nyeri dan member efek nyaman.
Zat ini dalam bahasa yunani disebut opium atabi candu. Penyebaran selanjutnya adalh ke India, Cina, dan wilayah – wilayah asia lainnya.
Pada tahun 1803 seorang apoter jerman yang benama Friendrier Wilhelim Sentuner berhasil mengisolasi bahan aktif oplum yang member epek narkotika dan diberi nama Morpin.
B.      Jenis – jenis Narkoba
Berdasarkan jenisnya, Nafzah dibedakan menjadi 3 katagori :
  1. Narkotika
  2. Psitropika
  3. Bahan Berbahaya
  4. a.      Narkotika
Narkotika berasal dari bahasa yunani narkoun yang berarti membuat lumpuh atau mati rasa
Menurut undang – undang RI NO. 22 / 1997 narkotika adalah zat atau lobat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang menyebabkan penurunan kesadaran, mengurang atau sampai menghilangkan nyri dan dapat menimbulkan ketergantungan dan kecanduan.
Jenis – jenis Narkotika :
1.      Opiate atau Opium (candu)
Opium merupakan candu kasar atau mentah yanmg didapat dari getah buah tanaman papaver samniterum yang dihisap / digores dan di biarkan mongering. Opium merupakan golongan narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap.
Pengaruh pemakaian opium pada pemakai adalah :
  • Menimbulkan rasa gelisah
  • Menimbulkan semangat
  • Membuat waktu terasa berjalan lambat
  • Merasa pusing, kehilangan keseimbangan, dan mabuk
  • Menimbulkan masalah kulit disekitar mulut dan hidung
2.      Morpin
Morpin merupakan zat aktif yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. Cara penggunaanya disuntikan ke tubuh.
Pengaruh pemakaian morpin pada pemakai adalah :
  • Rasa senang berlebihan
  • Merasa mual muntah, bingung
  • Menimbulkan keringat
  • Dapat menyebabkan pinsan dan jantung berdepar kencang
  • Mulut terasa kering dan wana muka berubah
3.      Demerol
Nama lain demerola adalah pethidna. Pemakaiannya dapat dielan atau disuntikkan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan ciran tidak bewarna.
4.      Heroin atau Putaw
Zat ini lebih mudah menembus otak sehingga lebih kuat dari morfin itu sendiri.
Cirri –ciri orang yang sedang memakia heroin adalah:
v  Denyut nadi melambat
v  Tekanan darah menurun
v  Otot –otot menjadi lemas / relaks
v  Diapragma mata mengecil
5.       Ganja atau Kanabis
Ganja merupakan tanaman kanabis yang biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil – kecil dan dijgulung menjadi rokok yang disebut joints.
b.      Zat / Bahan Berbahaya
Narkoba
Bahan berbahaya adalah zat adektif yang bukan narkotika dan psitropika atau zat – zat baru hasil olahan manuasia yang menyebabkan kecanduan.
Jenis – jenis zat adaktif adalah sebgai berikut :
1)        Alcohol
Alcohol diperoleh dari hasil peragian/fermentasi madu, gula, sari buah, atau umbi – umbian. Dari pperagian tersebut dapat diperoleh alcohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulinagn dapat dihasilkan alcohol lebih tinggi bahkan mencapai 100%.
Efek uang ditimbulkan alcohol :
  • Menghilang perasaan yang menhambata atau menghilangi
  • Merasa lebih tegar (tidak menemui masalah)
  • Banyak tertawa, tidak mampu berjalan, dan pingunya.
2)        Inhalasia atau Solver
Pengunaan menahu toloen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan fungsi kecerdasan otak.
Efek yang ditimbulkan :
  • Pada mulanya terasa sedikit merangsang
  • Bernapas menjadi lambata dan sulit
  • Terlihat mabuk dan jalan sempoyongan
  • Mual, batuk dan bersin – bersin
  • Kehilangan nafsu makan, halusinasi
c.       Bahaya Narkoba Bagi Pemakai
Narkoba juga dapat menimbulkan organ – organ tubuh, seperti otak, jantung, dan paru – paru.
Dari penampilan setiap penguna akan selalu tampak tidak sehat dan tidak baik, misalnya :
  • Penampilannya akan terlihat dekil atau tidak rapi.
  • Cara bicaranya ngawur atau tidak nyambung
  • Kurus dan tidak ada nafsu untuk makan.
Narkoba dapat merusak fisik
I.            Kerusakan otak
II.            Kerusakan pada jantung
Kerusakan jantung disebabkan oleh metode penggunaan narkoba tidak bersih atau sterile.
Dapat Merusak Mental
Dampak mental dari narkoba adalah mematrikan akal sehat para poenggunanya. Terutama yang sudah dalam tahap kecanduan.
Narkoba dapat merusak emosional.
Emosi seorang pecandu sangat jabil dan bisa berubah kapan saja
d.      Penangana dan Penyembuhan Ketergantungan Narkoba
Detoksifikasi Oploid Cepat dengan Anestesi (D.O.C.A)
D.O.C.A adalah cara mutahir detoksifikasi nerkoba yang efektif dan aman yang berkembang sauteni untuk penanggulangan awal ketergantungan Narkoba, cara ini mengeluarkan Narkoba dengan cepat sebanyak mungkin dari reseptornya diotak yang dipicu oleh obat lawannya selama kurang lebih 4 tahun.
Rehabilitas
Rumah salat ketergantungan obat dan ketempat rehabilitas menggunakan metode yang berbeda – beda di antaranya, Therapelitice Commonity, yaitu metode pendekatan yang mendampingi para mantan pecandu sehingga para mantan pecandu tersebut bercerita, bertanya, tidak merasa sendiri.
Dukunga Masyarakat
Pada umumnya, perasaan para mantan pecandu itu sangatlah sensitive merasa sendiri bila dibiarkan maka bukan tidak mungkin mereka akan kembali terjerumus, maka para mantan pecandu harus diberikan perhatian khusus dan jangan dikucilkan atau dilecehkan.
e.      Pencegahan Dari Pemakaian Narkoba
  1. Dapatkan informasi mengenai bahaya narkoba dari Koran, majalah, seminer dan lain – lain.
  2. Persiapan mental untuk menolak jika ditawarkan.
  3. Belajar berkata TIDAK kalau mendapat tawaran narkoba.
  4. Miliki cita – cita dalam hidup, sehingga hidupmu memiliki arah.
  5. Lakukanlah kegiatan posotof yang dapat menolong kamu untuk menjadi lebih mandiri, percaya diri, serta menyalurkan hobi secara berprestasi.
  6. Mendekati diri pada Tuhan dan mengembalikan segala masalah yang dihadapi kepada Tuhan.
Selain itu, agar tidak terjerumus narkoba, diperlukan pendekatan kognitif dari orang tua, sekolah, dan guru.
Pendekatan kognitif adalah pendekatan yang mencoba mengurangi persepsi negative tentang diri sendiri dengan cara mengubah kesalahan berfikir dan keyakinan yang keliru.

Jenderal Sudirman

A black and white picture of a man in a suit and peci looking forwardSudirman

 

 

General of the Army Raden Soedirman (Perfected SpellingSudirman; 24 January 1916[a] – 29 January 1950) was a high-ranking Indonesian military officer during the Indonesian National Revolution. The first commander-in-chief of the Indonesian Armed Forces, he continues to be widely respected in Indonesia. Born in PurbalinggaDutch East Indies, to a commoner and his wife, Sudirman was adopted by his uncle, a noble. After the family moved to Cilacap in 1916, Sudirman was raised to be a diligent student; he was also highly active in extra-curricular activities, including a scouting programme run by the Islamic organisation Muhammadiyah. While still in middle school, Sudirman showed leadership and organisational skills and became respected within the community for his devotion to Islam. After dropping out of teacher’s college, in 1936 he began working as a teacher, and later headmaster, at a Muhammadiyah-run elementary school; he was also active with several other Muhammadiyah programs, becoming the leader of the Muhmmadiyah Youth Group in 1937. After the Japanese occupied the Indies in 1942, Sudirman continued to teach. In 1944, he joined the Japanese-sponsored Defenders of the Homeland as a battalion commander in Banyumas. In this position he put down a rebellion by his fellow soldiers, but was later interned inBogor.

After Indonesia proclaimed its independence on 17 August 1945, Sudirman led a break-out from the detention centre, then went to Jakarta to meet President Sukarno. He was tasked with overseeing the surrender of Japanese soldiers in Banyumas, which he did after establishing a local division of the People’s Safety Body. His command was made part of the Fifth Division on 20 October by interim commander-in-chief Oerip Soemohardjo, with Sudirman in charge of the division. On 12 November 1945, at an election to decide the military’s commander-in-chief in Yogyakarta, Sudirman was chosen over Oerip in a close vote; Oerip, who had been in the military before Sudirman was born, was made chief of staff. While waiting to be confirmed, Sudirman ordered an assault on British and Dutch forces stationed in Ambarawa. The ensuing battle and British withdrawal strengthened Sudirman’s popular support, and he was ultimately confirmed on 18 December. During the following three years Sudirman saw negotiations with the returning Dutch colonial forces fail, first after the Linggadjati Agreement – which Sudirman participated in drafting – and then the Renville Agreement – which led to Indonesia granting land taken during Operation Product to the Dutch forces and the withdrawal of 35,000 Indonesian troops. He was also faced with internal dissent, including a 1948 coup d’état attempt. He later blamed these issues for his tuberculosis; the infection led to his right lungbeing collapsed in November 1948.

On 19 December 1948, several days after Sudirman’s release from the hospital, the Dutch launched Operation Kraai, an attempt to capture Yogyakarta. While the political leadership took shelter at the sultan’s palace, Sudirman, a small group of soldiers, and his personal doctor went south and began a seven-month guerrilla campaign. Initially followed by Dutch forces, Sudirman escaped and made his headquarters at Sobo, near Mount Lawu, where he was able to command military activities in Java; this included a show of force in Yogyakarta on 1 March 1949, led by Lieutenant Colonel Suharto. When the Dutch began withdrawing, in July 1949 Sudirman was called back to Yogyakarta. Although he wanted to continue fighting the Dutch troops, he was forbidden by Sukarno. Sudirman had a relapse of tuberculosis; this led to him retiring to Magelang. He died slightly more than a month after the Dutch recognised Indonesia’s independence. He is buried at Semaki Heroes’ Cemetery in Yogyakarta. Sudirman’s death was grieved throughout Indonesia, with flags flown at half mast and thousands gathering to see his funeral convoy and procession. He continues to be highly respected in Indonesia. His guerrilla campaign has been credited with developing the army’s esprit de corps, and the 100-kilometre (62 mi) long route he took must be followed by Indonesian cadets before graduation. Sudirman featured prominently on the 1968 series of rupiah banknotes, and has numerous streets, museums, and monuments named after him. On 10 December 1964 he was declared a National Hero of Indonesia.

Leonardo Da Vinci

Leonardo da Vinci - Self-Portrait - WGA12798.jpg Leonardo da vinci

 

 

Leonardo di ser Piero da Vinci (Italian pronunciation: [leoˈnardo da ˈvintʃi] About this sound pronunciation (help·info)) (April 15, 1452 – May 2, 1519, Old Style) was anItalian Renaissance polymath: painter, sculptor, architect, musician, mathematician, engineer, inventor, anatomist, geologist, cartographerbotanist, and writer. His genius, perhaps more than that of any other figure, epitomized the Renaissance humanist ideal. Leonardo has often been described as the archetype of the Renaissance Man, a man of “unquenchable curiosity” and “feverishly inventive imagination”.[1] He is widely considered to be one of the greatest painters of all time and perhaps the most diversely talented person ever to have lived.[2] According to art historian Helen Gardner, the scope and depth of his interests were without precedent and “his mind and personality seem to us superhuman, the man himself mysterious and remote”.[1] Marco Rosci states that while there is much speculation about Leonardo, his vision of the world is essentially logical rather than mysterious, and that the empirical methods he employed were unusual for his time.[3]

Born out of wedlock to a notary, Piero da Vinci, and a peasant woman, Caterina, at Vinci in the region of Florence, Leonardo was educated in the studio of the renowned Florentine painter, Verrocchio. Much of his earlier working life was spent in the service of Ludovico il Moro in Milan. He later worked in RomeBologna and Venice, and he spent his last years in France at the home awarded him by Francis I.

Leonardo was, and is, renowned[2] primarily as a painter. Among his works, the Mona Lisa is the most famous and most parodied portrait[4] and The Last Supper the most reproduced religious painting of all time, with their fame approached only by Michelangelo‘s The Creation of Adam.[1] Leonardo’s drawing of the Vitruvian Man is also regarded as a cultural icon,[5] being reproduced on items as varied as the euro, textbooks, and T-shirts. Perhaps fifteen of his paintings survive, the small number because of his constant, and frequently disastrous, experimentation with new techniques, and his chronic procrastination.[nb 2] Nevertheless, these few works, together with his notebooks, which contain drawings, scientific diagrams, and his thoughts on the nature of painting, compose a contribution to later generations of artists rivalled only by that of his contemporary, Michelangelo.

Leonardo is revered[2] for his technological ingenuity. He conceptualised a helicopter, a tank, concentrated solar power, a calculator,[6] and the double hull, and he outlined a rudimentary theory of plate tectonics. Relatively few of his designs were constructed or were even feasible during his lifetime,[nb 3] but some of his smaller inventions, such as an automated bobbin winder and a machine for testing the tensile strength of wire, entered the world of manufacturing unheralded.[nb 4] He made important discoveries in anatomycivil engineeringoptics, and hydrodynamics, but he did not publish his findings and they had no direct influence on later science.[7]

Grand Theft Auto

Grand Theft Auto, officially abbreviated to GTA, is a video game series created by David Jones and Mike Dailly[2] then later by brothers Dan andSam Houser, and game designer Zachary Clarke. It is primarily developed by Rockstar North (formerly DMA Design) and published by Rockstar Games. The name of the series is derived from grand theft auto, a term referring to motor vehicle theft. The series has won multiple awards, and is named as one of the most universally acclaimed gaming franchises, with Grand Theft Auto III and IV considered as two of the most revolutionary and critically acclaimed video games of all time.

The series is set in fictional locales heavily modelled on American cities, while an expansion for the original was based in LondonGameplay focuses on an open world where the player can choose missions to progress an overall story, as well as engaging in side activities, all consisting of action-adventuredriving, occasional role-playingstealth, and racing elements. The subject of the games is usually a comedic satire of American culture, but the series has gained controversy for its adult nature and violent themes. The series focuses around many different protagonists who attempt to rise through the ranks of the criminal underworld, although their motives for doing so vary in each game. The antagonists are commonly characters who have betrayed the protagonist or his organisation, or characters who have the most impact impeding the protagonist’s progress.

Video game developer DMA Design began the series in 1997, and it currently has ten stand-alone games and four expansion packs. The third chronological title, Grand Theft Auto III, was widely acclaimed, as it brought the series to a 3D setting and more immersive experience, and is considered a landmark title that has subsequently influenced many other open world action games and led to the label “Grand Theft Auto clone” on similar games. Subsequent titles would follow and build upon the concept established in Grand Theft Auto III. Film and music veterans such asMichael MadsenRay LiottaBurt ReynoldsDennis HopperDanny TrejoGary BuseySamuel L. JacksonChris PennJames WoodsJoe PantolianoDebi MazarJenna JamesonFrank VincentRobert LoggiaDebbie HarryKyle MacLachlanPhil Collins and Peter Fonda have all voiced characters, and the series is critically acclaimed and commercially successful, having sold more than 114 million units, as of September 2011.[3] The fourth era of Grand Theft Auto included lesser known actors, such as Michael HollickJason Zumwalt, and Scott Hill.

 

Grand Theft Auto logo series.svg